Rabu, 23 November 2016






LAPORAN PRAKIKUM
PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN
PENGARUH FAKTOR IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFyQPC4hd3t1iqbAbjkErMKj5IsdZn6JxwOPP2bH6TFLF9YL6-XiKN4NIRV1-TT0Jr6mKoB2ZB5mT2nE3TxfV4hmeNgUtcpgLHEbfIEoK4f2ibcxFgEVFKL0lsp0_ek8I1GSFYZyzu4e-o/s1600/untan.jpg


 OLEH :
Roviah F1071141008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pertumbuhan didefenisikan sebagai pertumbuhan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum, pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan. Pertumbuhan tanaman mencakup macam-macam variasi dan kejadian kompleks, umumnya termasuk sedikit atau seluruh bagian kehidupan tanaman. Kenaikan linear, pertambahan berat, kenaikan ukuran, pembelahan sel dan pembesaran sel, penambahan biomassa dan lain-lain. Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam dan luar dan adalah penyesuaian diri antara genetik dan lingkungan (Mukherji and Ghosh, 2002).
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi/ dorman yaitu berhenti melakukan aktivitas hidup. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman yaitu faktor iklim (Amanina, 2009).

B.     Rumusan masalah
Bagaimana hubungan antara faktor-faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman.

C.     Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara faktor-faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman.




BAB II
KAJIAN TEORI
    
Iklim merupakan salah satu factor abiotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan. Iklim memegang peranan penting dalam penentuan jenis kultivar tanaman yang dapat dibudidayakandan dalam penentuan hasil akhir. Keberhasilan produksi tanaman mensyaratkan penggunaan sumber daya iklim, seperti penyinaran matahari, karbondioksida dan air secara efisien (Anonim, 2007). Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Apabila tanaman ditanam diluar daerah iklimnya, maka produktivitasnya seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan (Nasution, 2009).
Suhu optimum untuk aktivitas metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman, populasi dan individu dari setiap jenis. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan suhu optimum yang berbeda (Manan, 1979). Suhu dan hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi De-Canddle. Vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan hujan efektif (Fitter dan Hay, 1991).
Tiap jenis tanaman maupun populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu di lingkungannya. Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek (Michael, 1997).
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajat selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.  Suhu optimum untuk aktivitas metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman, populasi dan individu dari setiap jenis. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan suhu optimum yang berbeda (Manan, 1979). Suhu dan hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi De-Canddle. Vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan hujan efektif (Hanum, 2009).
Tiap jenis tanaman maupun populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu di lingkungannya. Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek (Guslim, 2009).
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan (Amanina, 2009).


BAB III
METOTOLOGI
A.    Tempat Dan Waktu
Waktu              : 2-28 oktober 2016
Tempat : Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UNTAN Pontianak.
B.     Alat dan bahan
Alat : pot atau polibeg yang sudah di tanamin anakan kacang hijau, alat pengukur sushu udara, suhu tanah, cahaya kelembaban, curah hujan, meteran dan ovum
Bahan : anakan kacang hijau yang sudah berumur satu minggu

C.     Cara kerja
1.      Disiapkan 10 plot yang telah di isi anakan kacang hijau berumur 1 minggu
2.      lakukan penyiraman setiap hari dengan jumlah air yang sama
3.      Di tempatkan 5 plot di lapangan terbuka dan 5 plot lainnya di  dalam lingkunagan hutan (naungan)
4.      Dilakuakan pengukuran terhadap suhu udara, tanah, kelembaban cahaya dan curah hujan pada kedua tempat setiap hari
5.      diukur tinggi tenaman di lakukan setiap minggu dan hitunglah pertambahan tumbuhan tinggi tanaman tiap minggu
6.      di hitung rata-rata faktor iklim mingguan berdasarkan data temperatur udara dan tanah, kelembaban, cahaya dan curah hujan
7.      pengamatan di lakukan sampai tahap tahap generatif (kira-kira 7-8 minggu
8.      lakukan perhitungan statistik pengaruh iklim terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau dan bandingkan pertumbuhan tanaman di kedua tempat.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil pengamatan
Tabel 1. Pengamatan fisiko kimia dilapangan dengan naungan
Ming
Suhu tanah
Suhu udara
Kelembaban (%)
Curah hujan
evaporasi
dry
wet
gu ke
L
N
L
N
L
N
L
N
L
N
L
N
L
N
1
31
28
30
29
84.41
93.1
2.18
1.74
4.42
1.54
21.71
25
25.71
26.85
2
31
29
30
29
86.53
91
2.7
1.83
2.3
3.17
21.85
22.85
25.25
25
3
33
28
30
29
80.2
93.9
2.9
1.45
2.66
2.8
22
24.42
27.42
26
4
30
29
32
29
86
89.7
1.7
1.21
2.1
2.67
23.85
22.42
27.71
25
jumlah
125
114
122
116
337.14
367.7
9.48
6.23
11.48
10.18
99.41
96.84
107.69
100.7
Rata-rata
31.25
28.5
30.5
29
84.28
91.92
2.37
1.55
2.87
2.54
24.85
24.21
26.92
25.17 

Tabel 2. Pengamatan Rata-Rata Tinggi Tanaman
Minggu ke-
Naungan
lapangan
Jumlah
rata-rata
1
12,26
9,38
22,64
14,76
2
11,29
12,36
29,65
17,76667
3
17,34
13,36
31,7
20,8
4
18,42
15,92
35,34
23,22667
5
20,05
15,94
37,99
24,66
6
22,46
19,72
42,18
28,12
7
22,23
22,11
40,12
27,11
8
22,23
22,72
46,95
30,63333
Jumlah
146,45
131,29
290,74
189,4933
Rata2
21.085
19.175
41.3575
27.200413

B.     Pembahasan  
Praktikum berjudul Pengaruh Faktor Iklim Terhadap Pertumbuhan Tanaman dengan tujuan pembelajaran  Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara faktor-faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman.

  

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan

B.     Saran


DAFTAR PUSTAKA


Amanina. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan. http://moslem4life.blogspot.com/.
Anonim. 2009. Laporan Fisiologi Tumbuhan. http://4m3one.wordpress.com/. Diakses 15 Januari 2010.
Mukherji, S. and Glosh, A.K., 2002. Plant Fisiology. Tata Mc-Graw Hill. New Delhi
Fitter dan Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta : Gajah Mada University   Press.
Michael, P. 1997. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Jakarta : UI Press.

Amanina. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan. (Online).
(http://moslem4life.blogspot.com/, diakses pada tanggal 18 Januari 2015)
Anonim. 2009. Laporan Fisiologi Tumbuhan. (Online). (http://4m3one.wordpress.com/, diakses
Pada tanggal 18 Januari 2015)
Mukherji, S. and Glosh, A.K., 2002. Plant Fisiology. Tata Mc-Graw Hill. New Delhi
            Fitter dan Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta : Gajah Mada University  
                        Press.
Michael, P. 1997. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Jakarta : UI
            Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar